Senin, 18 April 2011

Mencintai Tanpa Alasan - Karena ALLAH

Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya. “Kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” Tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama...

Suatu sore Nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya. Fina,Angel, dan Aqila. Nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya, “kenapa kamu cinta aku?”

Fina suka bilang, suka sama dia karena Fina orangnya cantik. Sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik, kemudian Aqila, Aqila bilang, “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik, dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”

Sedangkan Nadia - lagi dan lagi tidak punya jawaban, karena tunangannya tidak pernah mengatakannya. Nadia kecewa... “Berarti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! Nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya. Mereka semua punya alasan, sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Nadia, tapi Nadia tidak memberinya kesempatan. Nadia melangkah penuh rasa kesal.

Suatu hari Nadia pergi keluar kota bersama teman2nya. Jalanan penuh dengan kabut tebal, hujan turun sangat lebat dan Nadia kehilangan control mobilnya... mobil terjun bebas kedalam jurang.
Gelap...
sunyi...
hilang...


Nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya. Tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya. Ada sesuatu yang salah pada lidah nadia... ia tidak bisa menggunakannya untuk berbicara..

Belum habis kesedihannya, saat akan melangkah Nadia kesakitan karena kedua kakinya digips. Ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet dashbor mobilnya. Beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia. Nadia benar2 terpukul.

Di tempat pemulihan, Nadia yang tengah duduk diatas kursi roda, memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah Nadia berada disana. Namun Nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan. Kakinya masih saja lumpuh, lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun. Sedangkan wajahnya, hingga hari itu, Nadia enggan melihat cermin…

Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri Nadia di tempatnya biasa duduk. Karena Nadia belum bisa berbicara, maka ia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas.
“Kenapa kamu kesini??
“Aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”
“Kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??

Pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad
“Kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi... aku udah enggak berarti...” nadia menangis…

Pemuda itu memandang lekat wajah Nadia.
“Kamu tau Nad, dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya, mengapa aku mencintai kamu. Kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? Dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek.

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

Nadia menangis ..terharu


Cinta adalah Memberi...memberi...dan memberi. Cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan.

Dengan cinta hidup terasa manis. Indah dan sempurna. Ingat tidak saat masih pacaran. Pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan dan banyak lagi pembenaran lainnya. Tapi banyak diantaranya setelah menikah, semua itu seperti lenyap, kenapa?? “Karena kita memiliki alasan….”


AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..
JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…

ALLAHu'alam

Senin, 21 Februari 2011

AKU INGIN ANAK LEKAKIKU MENIRUMU

(by : NENO WARISMAN)


Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: “Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!” Suamiku menjawab: “Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.” Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.

Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku: “Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.” Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus itu.”

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa… Apppaa… Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.

Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.

Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.

Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah.

Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu: “Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!”

Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu.

“Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”

Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu.

Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriakmenghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” Dengankasar disorongkannya bayi mungil itu.Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayiini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi.

Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istridan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. Pecahlahtangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.

Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kauhempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak sukadipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”

Allahumma Shali ala Muhammad… Allahumma Shalli alaihi wassalaam…

Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Danengkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya darigendonganmu, “Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?”

Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?

Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepadaAhmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahuntak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.

Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yangtak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi setiapanak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga dipermukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki takdiajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian,

bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.

Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi… aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu!

Amin, alhamdulillah

"persembahan buat setiap perempuan, dan ibu yang hatinya semembentang samudra"

"persembahan buat setiap perempuan, dan ibu yang hatinya semembentang samudra"
(by : Tasaro GK)

Di mana lagi aku temui perempuan semacammu?
Tilawahmu tidaklah terlalu merdu, keimananmu pun seolah bersandar
kepadaku.
Tapi, di mana lagi aku temui perempuan seikhlasmu?
Wajahmu tak cantik melulu, masakanmu pun tidak lezat selalu.
Tapi, katakan kepadaku, di mana lagi aku jumpai perempuan seperkasamu?
Kau bahkan tidak biasa berbicara mewakili dirimu sendiri, dan acapkali
menyampaikan isi hatimu dalam bahasa yang tak berkata-kata.

Demi Tuhan, tapi aku benar-benar tidak tahu, ke mana lagi aku cari
perempuan seinspiratif dirimu?
Ingatkah lima tahun lalu aku hanya memberimu selingkar cincin 3 gram
yang engkau pilih sendirian? Tidak ada yang spektakuler pada awal
penyatuan kita dulu. Hanya itu. Karena aku memang tidak punya apa-apa.
Ah, bagaimana bisa aku menemukan perempuan lain sepertimu?

Aku tidak akan melupakan amplop-amplop lusuhmu, menyimpan lembaran
ribuan yang kausiapkan untuk belanja satu bulan. Dua ribu per hari.
Sudah kauhitung dengan cermat. Berapa rupiah untuk minyak tanah, tempe,
cabe, dan sawi. Ingatkah, Sayang? Dulu kita begitu akrab dengan racikan
menu itu. Setiap hari. Sekarang aku mulai merasa, itulah masa paling
indah sepanjang pernikahan kita.

Lepas maghrib aku pulang, berkeringat sebadan, dan kaumenyambutku dengan
tenang. Segelas air putih, makan malam: tempe, sambal, dan lalap sawi.
Kita bahagia. Sangat bahagia¦..

Aku bercerita, seharian ada apa di tempat kerja. Kau memijiti punggungku
dengan jemarimu yang lemah tapi digdaya. Kau lalu bercerita tentang
tingkah anak-anak tetangga¦ Kala itu kita begitu menginginkan
hadirnya buah cinta yang namanya pun telah kusiapkan sejak
bertahun-tahun sebelumnya.
Kita tidak pernah berhenti berharap, kan, Honey?
Dua kali engkau menahan tangismu di ruang dokter saat kandunganmu mesti
digugurkan. Aku menyiapkan dadaku untuk kepalamu, lalu membisikkan
kata-kata sebisaku, "tidak apa-apa. Nanti kita coba lagi. Tidak
apa-apa."

Di atas angkot, sepulang dari dokter, kita sama-sama menangis, tanpa
isak, dan menatap arah yang berlawanan. Tapi, masih saja kukatakan
kepadamu, "Tidak apa-apa, Sayang. Tidak apa-apa. Kita masih
muda." Engkau tahu betapa lukanya aku. Namun, aku sangat tahu,
lukamu berkali lipat lebih menganga dibanding yang kupunya. Engkau
selalu bisa segera tersenyum setelah merasakan sakit yang mengaduk
perutmu, saat calon bayi kita dikeluarkan. Kaumemintaku menguburkannya
di depan rumah kita yang sepetak. "Yang dalam, Kang. Biar nggak
digali anjing."
Jadi, ke mana aku bisa mencari perempuan sekuat dirimu?

Kaupasti tak pernah tahu, ketika suatu petang, sewaktu aku masih di
tempat kerja, hampir merembes air mataku ketika kauberitahu. "Kang,
Mimi ke Ujung Berung, jual cincin." Cincin yang mana lagi? Engkau
sedang membicarakan cincin kawinmu, Sayang. Yang 3 gram itu. Aku
membayangkan bagaimana kau beradu tawar menawar dengan pembeli emas
pinggir jalan. Bukankah seharusnya aku masih mampu memberimu uang untuk
makan kita beberapa hari ke depan? Tidak harus engkau yang ke luar
rumah, melawan gemetar badanmu, bertemu dengan orang-orang asing.
Terutama ¦ untuk menjual cincinmu? Cincin yang seharusnya menjadi
monumen cinta kita. Tapi kausanggup melakukannya. Dan, ketika kupulang,
dengan keringat sebadan, engkau menyambutku dengan tenang. Malam itu,
tidak cuma tempe, cabe, dan lalap sawi yang kita makan. Kaupulang
membawa uang.

Duh, Gusti, jadi bagaimana aku sanggup berpikir untuk mencari perempuan
lain seperti dirinya?
Ketika kondisi kita membaik, bukankah engkau tidak pernah meminta
macam-macam, Cinta? Engkau tetap sesederhana dulu. Kaubelanja dengan
penuh perhitungan. Kauminta perhatianku sedikit saja. Kau kerjakan semua
yang seharusnya dikerjakan beberapa orang. Kaucintai aku sampai ke
lapisan tulang. Sampai membran tertipis pada hatimu.

Ingatkah, Sayang? Aku pernah menghadiahimu baju, yang setelah itu kautak
mau lagi membeli pakaian selama bertahun-tahun kemudian. Baju itu
seharga kambing, katamu. Kautak mau buang-buang uang. Bukankah telah
kubebaskan kau mengelola uang kita? Kautetap seperti dulu. Membuat
prioritas-prioritas yang kadang membuatku kesal. Kau lebih suka mengisi
celengan ayam jagomu daripada membeli sedikit kebutuhanmu sendiri.

Dunia, kupikir aku tak akan pernah menemui lagi perempuan seperti dia.
Sepekan lalu, Sayang, sementara di rahimmu anak kita telah sempurna,
kaumasih memikirkan aku. Menanyai bagaimana puasaku, bukaku, sahurku?
Siapa yang mencuci baju-bajuku, menyetrika pakaianku. Bukankah sudah
kupersilakan engkau menikmati kehamilanmu dan menyiapkan diri untuk
perjuanganmu melahirkan anak kita?

"Kang, maaf, ya, dah bikin khawatir, gak boleh libur juga gak papa.
Tadi tiba-tiba gak enak perasaan. Tau nih, mungkin krn bentar lagi."
Bunyi smsmu saat kudalam perjalanan menuju Jakarta. Panggilan tugas.
Dan, engkau sangat tahu, bagiku pekerjaan bukan neraka, tetapi komitmen.
Seberat apa pun, sepepat apa pun, pekerjaan adalah sebuah proses
menyelesaikan apa yang pernah aku mulai. Tidak boleh mengeluh, tidak
boleh menjadikannya kambing hitam. Membaca lagi SMSmu membuatku semakin
tebal bertanya, ke mana lagi kucari seorang pecinta semacammu.
Kaumencintaiku dengan memberiku sayap. Sayap yang mampu membawaku
terbang bebas, namun selalu memberiku alamat pulang kepadamu. Selalu.

Lalu SMS mu itu kemudian menjadi firasat. Sebab, segera menyusul
teleponmu, pecah ketubanmu. Aku harus segera menemuimu. Secepat-cepatnya
meninggalkan Bandung menuju Cirebon untuk mendampingimu. "Terus kamu
kenapa masih di sini? Pulang saja," kata atasanku ketika itu. Engkau
tahu, Sayang, aku masih berada di dalam meeting ketika teleponmu
mengabarkan semakin mendekatnya detik-detik lahirnya "tentara
kecil" kita. Ketika itu aku masih berpikir, boleh kuselesaikan
meeting itu dulu, agar tidak ada beban yang belum terselesaikan. Tapi,
tidak. Atasanku bilang, tidak. "Pulang saja," katanya. Baru
kubetul-betul sadar, memang aku segera harus pulang. Menemuimu.
Menemanimu. Lalu, kusalami mereka yang ada di ruang rapat itu satu-satu.
Tidak ada yang tidak memberikan dorongan, kekuatan, dukungan.

Lima jam kemudian aku ada di sisihmu. Seranjang sempit rumah sakit
dengan infuse di pergelangan tangan kirimu. Kaumulai merasakan mulas,
semakin lama semakin menggila. Semalaman engkau tidak tidur. Begitu juga
aku. Berpikir untuk memejamkan mata pun tak bisa. Aku tatap baik-baik
ekspresi sakitmu, detik per detik. Semalaman, hingga lepas subuh, ketika
engkau bilang tak tahan lagi. Lalu, aku berlari ke ruang perawat.
"Istri saya akan melahirkan," kataku yakin.

Bergerak cepat waktu kemudian. Engkau dibawa ke ruang persalinan, dan
aku menolak untuk meninggalkanmu. "Dulu ada suami yang ngotot
menemani istrinya melahirkan, lihat darah, tahu-tahu jatuh pingsan,"
kata dokter yang membantu persalinanmu. Aku tersenyum, yang pasti
laki-laki itu bukan aku. Sebab aku merasa berada di luar ruang
persalinan itu akan jauh lebih menyiksa. Aku ingin tetap di sisihmu.
Mengalirkan energi lewat genggaman tanganku, juga tatapan mataku.

Terjadilah. Satu jam. Engkau mengerahkan semua tenaga yang engkau tabung
selama bertahun-tahun. Keringatmu seperti guyuran air. Membuat mengilap
seluruh kulitmu. Terutama wajahmu. Menjerit kadangkala. Tanganmu
mencengkeram genggamanku dengan kekuatan yang belum pernah kurasakan
sebelumnya. Kekuatan yang lahir oleh kesakitan. Engkau sangat kesakitan,
sementara "tentara kecil" kita tak pula mau beranjak.

"Banyak kasus bayi sungsang masih bisa lahir normal, kaki duluan.
Tapi anak ini kakinya melintang," kata dokter. Aku berusaha tenang.
Sebab kegaduhan hatiku tidak bisa membantu apa-apa. Kusaksikan lagi
wajah berpeluhmu, Sayang. Kurekam baik-baik, seperti fungsi kamera
terbaik di dunia. Kusimpan lalu di benakku yang paling tersembunyi.
Sejak itu kuniatkan, rekaman itu akan kuputar jika suatu ketika
kuberniat mencurangimu, menyakitimu, melukaimu, mengecewakanmu. Aku akan
mengingat wajah itu. Wajah yang hampir kehilangan jiwa hanya karena
ingin membuatku bahagia.

"Sudah tidak kuat, Kang. Nggak ada tenaga," bisikmu persis di
telingaku. Karena sengaja kulekatkan telingaku ke bibirmu. Aku tahu, ini
urusan nyawa. Lalu kumerekam bisikanmu itu. Aku berjanji pada hati,
rekaman suaramu itu akan kuputar setiap lahir niatku untuk
meminggirkanmu, mengecilkan cintamu, menafikkan betapa engkau permata
bagi hidupku.

Aku mengangguk kepada dokter ketika ia meminta kesanggupanku agar engkau
dioperasi. Tidak ada jalan lain. Aku membisikimu lagi, persis di
telingamu, "Mimi kuat ya. Siap, ya. Ingat, ini yang kita tunggu
selama 5 tahun. Hayu semangat!"
Engkau mengangguk dengan binar mata yang hampir tak bercahaya. Aku tahu,
ini urusan nyawa. Tapi mana boleh aku memukuli dinding, menangis
sekencang angin, lalu mendongak ke Tuhan, "Kenapa saya, Tuhan!
Kenapa kami?" Sebab, Tuhan akan menjawab, "Kenapa bukan kamu?
Kenapa bukan kalian?"

Aku mencoba tersenyum lagi. Mengangguk lagi kepadamu. "Semua akan
baik-baik saja." Maka menunggumu di depan ruang operasi adalah saat
di mana doa menjadi berjejal dan bernilai terkhusyuk sepanjang hidup.
Seandainya aku boleh mendampingi operasimu¦. Tapi tidak boleh. Aku
menunggumu sembari berkomat-kamit sebisaku. Aku sendirian. Berusaha
tersenyum, tetapi sendirian. Tidak¦ tidak terlalu sendirian. Ada
seseorang mengirimiku pesan pendek dan mengatakan kepadaku, "Aku ada
di situ, menemanimu." Kalimat senada kukatakan kepadanya suatu kali,
ketika dia mengalami kondisi yang memberatkan. "Apa kepala bebalmu
tidak merasa? Aku ada di situ! Menemanimu!"

Lalu, tangis itu! Rasanya seperti ada yang mencabut nyawaku dengan cara
terindah sedunia. Tangis itu! Tentara kecil kita. Menjadi gila rasanya
ketika menunggu namaku disebut. Berlari ke lorong rumah sakit ketika
tubuh mungil itu disorongkan kepadaku. "Ini anak Bapak¦"

Tahukah engkau, Sayang. Ini bayi yang baru keluar dari rahimmu, dan aku
harus menggendongnya. Bukankah dia terlau rapuh untuk tangan-tangan
berdosaku? Dokter memberiku dukungan. Dia tersenyum dengan cara yang
sangat senior. "Selamat, ya. Bayinya laki-laki."

Sendirian, berusaha tenang. Lalu kuterima bayi dalam bedongan itu. Ya,
Allah….bagaimana membahasakan sebuah perasaan yang tidak terjemahkan
oleh semua kata yang ada di dunia??? Makhluk itu terpejam tenang semacam
malaikat; tak berdosa. Sembari menahan sesak di dadaku, tak ingin
menyakitinya, lalu kudengungkan azan sebisaku. Sebisaku. Sebab, terakhir
kukumandangkan azan, belasan tahun lalu, di sebuah surau di pelosok
Gunung Kidul. Azan yang tertukar redaksinya dengan Iqomat.

Mendanau mataku. Begini rasanya menjadi bapak? Rasanya seperti tertimpa
surga. Aku tak pedul lagi seperti apa itu surga. Rasanya sudah tidak
perlu apa-apa lagi untuk bahagia. Momentum itu berumur sekitar lima
menit. Tentara kecil kita diminta oleh perawat untuk dibersihkan.
Ingatanku kembali kepadamu. Bagaimana denganmu, Sayang? Kukirimkan kabar
tentang tentara kecil kita kepada seseorang yang semalaman menemani kita
bergadang dari kejauhan. Dia seorang sahabat, guru, inspirator, pencari,
dan saudara kembarku. "He is so cute," kata SMS ku kepadanya.
Sesuatu yang membuat laki-laki di seberang lautan itu menangis dan
mengutuk dirinya untuk menyayangi bayi kita seperti dia merindukan
dirinya sendiri. Sebuah kutukan penuh cinta.

Setengah jam kemudian, berkumpul di ruangan itu. Kamar perawatan kelas
dua yang kita jadikan kapal pecah oleh barang-barang kita. Engkau, aku,
dan tentara kecil kita. Seorang lagi; keponakan yang sangat membantuku
di saat-saat sulit itu. Seorang mahasiswi yang tentu juga tidak tahu
banyak bagaimana mengurusi bayi. Tapi dia sungguh memberiku tangannya
dan ketelatenannya untuk mengurusi bayi kita.




Engkau butuh 24 jam untuk mulai berbicara normal, setelah sebelumnya
seperti mumi. Seluruh tubuhmu diam, kecuali gerakan mata dan sedikit
getaran di bibir. Aku memandangimu, merekam wajahmu, lalu berjanji pada
hati, 50 tahun lagi, engkau tidak akan tergantikan oleh siapa pun di
dunia ini.

Lima hari, Sayang. Lima hari empat malam kita menikmati bulan madu kita
sebenar-benarnya. Aku begitu banyak berimprovisasi setiap hari.
Mengurusi bayi tidak pernah ilmunya kupelajari. Namun, apa yang harus
kulakukan jika memang telah tak ada pilihan? Aku menikmati itu. Berusaha
mengurusmu dengan baik, juga menenangkan tentara kecil kita supaya
tangisnya tak meledak-ledak.

"Terima kasih, Kang," katamu setelah kubantu mengurusi kebutuhan
kamar mandimu. Lima tahun ini apa keperluanku yang tidak engkau urus,
Sayang? Mengapa hanya untuk pekerjaan kecil yang memang tak sanggup
engkau lakukan sendiri, engkau berterima kasih dengan cara paling tulus
sedunia? Lalu ke mana kata "terima kasih" yang seharusnya
kukatakan kepadamu sepanjang lima tahun ini? Tahukah engkau, kata
"terima kasih" mu itu membuat wajahmu semelekat maghnet paling
kuat di kepalaku.

Mengurusimu dan bayi kita. Lima hari itu, aku menemukan banyak gaya
menangisnya yang kuhafal di luar kepala, agar aku tahu apa pesan yang
ingin dia sampaikan. Gaya kucing kehilangan induk ketika ia buang
kotoran. Gaya derit pintu ketika dia merasa kesepian, gaya tangis bayi
klasik (seperti di film-film atau sandiwara radio) jika dia merasa tidak
nyaman, dan paling istimewa gaya mercon banting; setiap dia kelaparan.
Tidak ada tandingnya di rumah sakit bersalin yang punya seribu nyamuk
namun tidak satu pun cermin itu. Dari ujung lorong pun aku bisa tahu itu
tangisannya meski di lantai yang sama ada bayi-bayi lain menangis pada
waktu bersamaan.

Ah, indahnya. Tak pernah bosan kutatapi wajah itu lalu kucari jejak
diriku di sana. Terlalu banyak jejakku di sana. Awalnya kupikir 50:50
cukup adil. Agar engkau juga merasa mewariskan dirimu kepadanya. Tapi
memang terlalu banyak diriku pada diri bayi itu. Hidung, dagu, rahang,
jidat, tangis ngototnya, bahkan detail cuping telinga yang kupikir tidak
ada duanya di dunia. Ada bisik bangga, "Ini anakku ¦ anak
laki-lakiku. " Tapi tenang saja, istriku, kulitnya seterang dan
sebening kulitmu. Rambutnya pun tak seikal rambutku. Kuharap, hatinya
kelak semembentang hatimu.

Kupanggil dia Sena yang berarti tentara. Penggalan dari nama
sempurnanya: Senandika Himada. Sebuah nama yang sejarahnya tidak
serta-merta. Panjang dan penuh keajaiban. Senandika bermakna berbicara
dengan diri sendiri; kontemplasi, muhasabbah, berkhalwat dengan Allah.
Sedangkan Himada memiliki makna yang sama dengan Hamida atau Muhammad:
YANG TERPUJI ¦ dan itulah doa kita untuknya bukan, Sayang? Kita ingin
dia menjadi pribadi yang terpuji dunia akhirat. Kaya nomor sekian,
pintar pun demikian, terkenal apalagi. Yang penting adalah terpuji ¦
mulia ¦dan ini bukan akhir kita, bukan, Honey? Ini menjadi awal yang
indah. Awalku jatuh cinta (lagi) kepadamu.


...

Rabu, 10 November 2010

TIAP HARI ADALAH ISTIMEWA - Syukuri Apa yg Ada

.

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil berkata: “Ini pakaian dalam yang sangat spesial.”

Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode penjualannya yang rumit.

“Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa.Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu,” kata kakak iparku lemah.


Ia mengambil pakaian dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di tas tempat tidur, bersama dengan pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka.


Ia memegang pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut keras-keras sambil berkata keras padaku: “Jangan pernah menyimpan sesuatu yang istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istimewa.”


Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke Californiadari kota Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku.

Aku juga memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari Bahwa hal-hal tersebut sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah mengubah hidupku. Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.


Aku lalu memandang ke luar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah, tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal pergi beberapa hari.


Sesampai di rumahku sendiri, aku lalu menyempatkan diri untuk lebih Banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih teliti dan mensyukurinya.


Aku tidak “menyimpan” sesuatu. Kami bahkan menggunakan chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari, tanpa menunggu ada pesta, ada tamu atau lainnya.


Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan.


Saya pergi ke pasar memakai pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi tidak pelit terhadap diriku sendiri.


Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama. Kata-kata “suatu hari kelak” ataupun “hari-hari ini”, mempunyai makna yang sama bagi saya. Jika ada hal-hal yang layak didengar, ditonton, dibaca atau dikerjakan, saya akan berusaha mendengar, menonton, membaca atau mengerjakannya sekarang juga.


Saya tidak tahu apa kira-kira yang akan almarhum kakakku apabila ia tahu bahwa keesokan harinya (“besok” adalah kata-kata yang tidak pernah kita bayangkan akan tidak terjadi) ia sudah tidak akan ada lagi di dunia ini. Mungkin ia akan menelpon seluruh keluarganya dan beberapa teman dekatnya, mungkin ia akan menelpon teman-teman lamanya dan meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan di masa lalu. Saya bahkan juga membayangkan bahwa ia justru akan pergi ke sebuah restoran cina yang sangat ia sukai.


Tapi semua itu hanya perkiraanku saja. Kita tidak pernah tahu. Hal-hal tersebut pasti akan membuat aku marah bila belum dapat saya lakukan padahal saya tidak memiliki waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan dengan teman-teman baik saya, meskipun Saya sangat ingin berjumpa dengan mereka.


Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima. Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri dan anak-anakku, betapa Saya menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan, kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa.


Dan setiap pagi, begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.


Jika anda menerima mail ini, pasti karena ada orang yang peduli dan Sayang kepada anda. Jika anda selama ini terlalu sibuk, cobalah berhenti sejenak.


Sempatkan beberapa menit saja memikirkan orang-orang yang dekat di hati anda, teman-teman yang telah memberikan warna pada hidup anda, guru, pembimbing, siapapun. Kalau perlu, forward email ini kepada mereka, just to show that you care.


“Good friends must always hold hands, but true friends do not need to hold hands because they know the other hand will always be there.”



***

Senin, 18 Oktober 2010

Demi emas dan tembaga

.

Ketika membaca petambang Chilie terkubur di dalam tanah sedalam 700 meter ada pertanyaan yang mengusik saya.
Apa yang yang mereka cari di tanah sedalam itu?
Sebegitu pentingkah, sebegitu mahalkah sampai harus menggali sejauh itu?


Ternyata yang mereka cari adalah tembaga dan emas.
Mereka harus menggali sedalam 700 meter di bawah tanah.
Orang Chilie harus menggali sedalam itu untuk mendapat tembaga dan emas.
Begitu juga kebanyakan bangsa lain.


Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia tidak perlu menggali sedalam itu.
Bahkan tembaga dan emasnya muncul di atas permukaan tanah.
Jika tahu sejarah penemuan tambang tembaga di tembagapura Papua, Anda pasti tahu maksud saya (Tambang tembaga ini kemudian juga diungkap sebagai tambang emas terbesar di dunia, silakan baca Grasberg mine di wikipedia).


Di Papua, tembaga tidak ditemukan di dalam tanah, bahkan menjulang ratusan meter ke atas tanah. Bahkan pantulan tembaga itu bisa terlihat dari pesawat.
Apakah bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling beruntung dalam konteks pertambangan tembaga dan emas?
Ya, tentu saja PALING BERUNTUNG. Tanpa harus menggali dan mencari emas dan tembaga muncul sendiri.


Tapi apakah bangsa Indonesia PALING BANYAK UNTUNG?
Sayangnya, tidak sama sekali.
Saat ini menurut wikipedia Freeport-McMoRan (Amerika) menguasai 67.3% saham, PT Indocopper Investama Corporation (9.3%); Pemerintah Indonesia (9.3%); dan production-sharing joint venture with Rio Tinto Group (13%).
Uniknya beberapa tahun lalu kontrak karya yang dimulai di masa Soeharto tersebut sudah habis, tapi bukannya menghentikan kontrak dan mengambil alih seluruh kepemilikan tambang tersebut, pemerintah malah memperpanjang kontrak dan membiarkan asing menguasai saham mayoritas.


Saya sendiri tidak mengerti logikanya, bagaimana dengan Anda?
Kebetulan, dulu saya sempat meliput Freeport ketika bekerja di Radio Nos Belanda perwakilan Jakarta. Saat itu dalam wawancara PR Freeport bilang perjanjian Indonesia dengan Freeport hanya menyangkut tembaga saja sedangkan emas dianggap kurang lebih sebagai serpihannya saja (tidak masuk hitungan karena jumlahnya tidak signifikan - dulu mungkin ketika harga emas tidak semahal saat ini mungkin masuk akal).


Padahal ketika saya terbang ke Timika dan bertemu salah satu aktivis HAM di Papua, ia sangat yakin ada emas di tambang tersebut dan bahkan emasnya lebih besar. Kecurigaan itu tentu saja beralasan, apalagi belakangan dibangun pipa panjang puluhan km yang langsung mengantar hasil tambang ke kapal tanpa diolah terlebih dahulu. Seperti ada sesuatu yang dirahasiakan dan ingin buru-buru di bawa pergi. Emaskah?


Dengan era keterbukaan informasi, nampaknya sulit untuk mengelak ada emas dalam jumlah besar di Freeport Papua.
Wikipedia mengungkap pada tahun 2006 saja Tembagapura menghasilkan 610,800 ton tembaga, 58,474,392 grams emas dan 174,458,971 grams perak.
Gunung tembaga dan emas tersebut kini tidak ada lagi, bahkan kini sudah menjadi lembah dan masih tetap digali. Bahkan begitu dalammya lembah di Tembagapura sampai kalau kita melihat orang di bawah menjadi sangat kecil sekali.


Jadi bayangkan, dari gunung tembaga, emas dan perak, berubah jadi lembah, artinya ada emas, perak, dan tembaga sebesar dua gunung yang sudah dikeruk.
Tapi dua gunung emas, perak, dan tembaga tersebut tidak membawa kita menjadi bangsa yang sejahtera (Belum dihitung pertambangan besar lainnya).
Sekali lagi BERUNTUNG saja tidak cukup untuk menuju kesejahteraan.
Sampai berapa lama kita ingin menjadi bangsa yang BERUNTUNG tapi tidak pernah mendapat UNTUNG paling banyak?


Sekedar gambaran tambahan, di Venezuela, ketika menyadari ada ketidakadilan, Presiden Hugo Chavez nekat memotong semua kontrak pertambangan sebelum waktunya dan menghitung ulang kepemilikan saham, dan sejak itu Venezuela jadi jauh lebih sejahtera.
Di Indonesia sebaiknya, bagaimana ya?


Tulisan ini bukan untuk mengkritisi pemerintah atau aparat berwenang, tapi untuk membangkitkan nurani anak bangsa, siapa saja, apapun profesi atau jabatannya untuk berpikir lebih jernih dalam mengelola kekayan alam, agar maksimal bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat.
Semoga saja pemerintah dan elemen masyarakat bisa bekerja sama untuk mewujudkannya.


.

Ketika Cinta Hadir

...

Ucapmu tak Suka
aku tersenyum
krena kuIihat tatapanmu
mencari bayanganku..


Ucapmu tak Rindu
aku tersenyum
krena kudengar Iisanmu
memanggiI namaku...


Ucapmu tak Sayang
aku tersenyum
krena Hatimu
berdetak untukku....


Ucapmu tak Cinta
aku masih tersenyum manis
karena ikhIasmu
meminta kepadaNYA kebaikan untukq ^___^


Haruskah kutulis P'pisahan
untk sbuah P'temuan
yg tak p'nah terjanjikan,


Atau kuambil Akhir
untk sbuah awal
yg tak p'nah t'untai,


Perpisahan & Akhir
dua kata yg tak ingin
kuletakkan di file-ku


Maaf....
kupilih Bersambung untk cerita kita
Meski dgn keadaan, tokoh & Peran yg berbeda
karena kuingin mengintip


senyuman tulusmu di episode berikutnya. ^_^

...

Pekerja Rel Kereta Api

..

Seorang penjaga rel kereta api mengikuti ujian kenaikan pangkat untuk menempati kedudukan sebagai supervisor.
Untuk menempati kedudukan tersebut ia harus mengikuti test wawancara.

Penguji bertanya, “Misalkan ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?”
“Tentu saja saya akan memindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain,” jawabnya.

Penguji bertanya lagi, “Kalau handle untuk pengalihan relnya rusak, bagaimana?”
“Oh, saya akan langsung turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”

“Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?” tanya penguji.
"Saya pakai HP dan menelepon stasiun terdekat.” jawabnya.

"Kalau HP baterai habis"
“Saya kembali ke pos dan menelepon stasiun terdekat.” jawabnya.

“Kalau telepon di pos rusak?”
“Saya akan lari ke telpon umum terdekat.”

“Kalau telpon umum juga rusak??”
"Saya cari pinjaman telepon"

"Kalau tidak ada yang meminjamkan."
Sejenak sang penjaga terdiam, lalu menjawab
"Kalau semua rusak, HP rusak, tidak bisa pinjam sama siapapun, maka saya akan segera menjemput nenek saya..."
"Jemput nenek?, memang nenek kamu bisa betulin rel kereta?" tanya penguji.
“Bukan begitu, nenek saya umurnya sudah 89 tahun, dan seumur hidup belum pernah melihat kereta api tabrakan!"
GUBRAK

Humor dan Hikmah:
Apa yang terjadi pada sang penjaga rel kereta adalah kata "MENYERAH" atau "PASRAH".
Seringkali dalam kehidupan kita mendapat tantangan lalu kita taklukkan, lalu ada tantangan lagi kita taklukkan, lalu muncul lagi kita lawan lagi sampai akhirnya kita kelelahan dan pasrah.

"MENYERAH" adalah sesuatu yang tidak boleh ada dalam kamus kehidupan Anda.
Ada yang menyerah pada hambatan pertama, ada yang menyerah pada hambatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
Tapi PEMENANG tidak mengenal kata menyerah.

Mereka terus berusaha.
SELAMA MASIH ADA WAKTU MASIH ADA HARAPAN!
Terus berjuang, berjuang dan berjuang terus, sampai kematian membuat kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Jangan menyerah, selalu saja ada jalan, selalu ada harapan.

Mereka sukses karena tidak menyerah. Mereka tidak menyerah pada kemiskinan, pada minimnya pendidikan, pada sedikitnya dukungan atau atas alasan apapun.
No Excuse! karena Anda bisa!

Seharusnya petugas kereta tadi menjawab,
"Saya akan cari jalan untuk mengatasinya"

..

Made in Japan

...

Di sebuah airport di New York,
seorang pebisnis Jepang yang baru pertama kali ke luar negeri naik taksi hendak pergi ke hotel.

Di perjalanan, tiba-tiba taksinya disalip sebuah mobil yang melaju kencang.
Bukannya marah melihat mobilnya disalip,
si pebisnis Jepang malah bangga dan berteriak dengan bahasa campuran Jepang-Inggris,
“Aaaah! Toyota made in Japan, hayai... very fast (Cepat - sangat cepat)!”

Supir taksi, yang mengendarai mobil ford, diam membisu.
Tak lama kemudian sebuah mobil lain juga menyalip taksinya.
Spontan si Jepang berteriak,
“Aaaah! Nissan made in Japan. hayai nee... very fast (cepat, sangat cepat).”


Belum lama berselang mobil ketiga, lalu mobil keempat menyalip taksinya, ia berseru dengan gembira.
“Aaaah! Mazda eee Mitsubishi...tsugoi...made in Japan very very fast!.” (hebat, sangat sangat cepat).



Setibanya di hotel, si turis bertanya, “How much?” (Berapa ongkosnya).
“100 dollars please ….” kata supir taksi.
Pebisnis Jepang terperanjat.
"What, 100 dollars, takai nee ...expensive! The airport is not far, nee!!"
(Apa? 100 dollars?! Mahal amat?! Aiport tidak jauh)

Kali ini si supir tersenyum, sambil menunjuk argometer dan berkata
“Aaah! Argometer, made in Japan, very-very fast!”.
Supir taksi itupun memasukkan 100 dolar ke kantongnya sambil tersenyum puas.
(Mohon maaf buat Jepang, it is just a joke bukan untuk merendahkan bangsa tertentu).



Seringkali kesombongan akan berbalik pada kita.
Jika dalam diri muncul rasa sombong, maka tidak akan berdampak sebelum diucapkan, sebelum mempengaruhi perilaku.
Prasangka, sombong, iri dan berbagai rasa negatif kadang muncul dalam diri kita, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, akan tetapi kita tidak berdosa jika muncul rasa itu.

Tapi ketika kesombongan sampai diucapkan, maka alam semesta akan merespon,
setidaknya begitulah aturan Allah SWT yang kita bisa lihat dalam kehidupan.

Supir taksi itu sebenarnya baik-baik saja saja,
tetapi ketika mendapat perilaku sombong yang tidak menyenangkan akhirnya merespon dengan kalimat balasan yang cukup menyakitkan.

Ketika Qorun menjadi kaya itu bukan masalah,
tetapi ketika ia sombong dan membangun gedung tinggi untuk menantang melihat Tuhan maka ia dibenamkan ke dalam tanah.

Ketika Firaun berkuasa itu bukan masalah,
tetapi ketika ia merasa paling tinggi kekuasaannya ia dibenamkan ke lautan.

Ketika kapal Titanic dibangun megah dan termegah di zamannya itu bukan masalah.
tetapi ketika pembuatnya mengatakan "Kapal ini begitu hebat, bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkannya" maka kapal itu tenggelam di pelayaran pertama dan tidak sempat mendarat di tempat tujuannya.



Jadi jangan pernah keluar kesombongan dari mulut Anda.
Jangan sampai mengubah perilaku Anda.
Jika ada dalam hati, netralisir, dan ingat bahwa hanya Tuhan yang pantas untuk sombong.

Enam puluh sembilan hari di bawah tanah

.....

Peristiwa ini bermula pada 5 Agustus 2010.
Sebuah longsor mengakibatkan 33 kelompok petambang terjebak di dalam tanah.
Tidak tanggung-tanggung mereka terjebak di dalam terowongan di kedalaman 622 - 700 meter di bawah tanah.
Untuk menolong mereka setidaknya dibutuhkan 1 bulan lebih untuk membuat terowongan penyelamat. Belum sempat terealisasi dua hari kemudian 7 Agustus 2010 terjadi longsor susulan sehingga diperkirakan butuh waktu 4 bulan untuk penyelamatan.



Jika ini terjadi di Indonesia apa yang kira-kira apa yang kita akan dilakukan?
Mungkin akan ada yang bilang ya pasrah saja. Mari kita berdoa.
Mungkin ada yang bilang, itu sudah nasib, bagaimana mungkin bisa selamat jika menolongnya saja butuh waktu 1 bulan lebih.
Mungkin ada yang bilang, tidak perlu habiskan biaya, karena tidak mungkin diselamatkan juga.
Untung saja ini tidak terjadi di Indonesia.
Untung saja ini terjadi di Cile dan untung saja Presidennya adalah Sabastian Pinera.


Begitu mendengar kabar terjebaknya para petambang di dalam tanah, sekalipun sang presiden tahu butuh biaya besar dan waktu lama untuk penyelamatan, ia memutuskan untuk meyelamatkan para pekerja tambang BERAPAPUN BIAYANYA BETAPAPUN SULITNYA.


Dengan dibantu ahli dari Amerika, Jepang, Inggris dan Australia, mereka membuat 3 terowongan baru di tiga tempat. Setelah seminggu tanpa hasil, mereka tetap menggali, 10 hari tanpa kabar mereka tetap menggali sampai kemudian di hari ke-17 mereka mulai menemukan titik cerah, mereka berhasil menemukan celah komunikasi dengan petambang yang ternyata masih hidup. Tapi mereka masih butuh waktu 1 bulan lagi untuk menembus tempat terjebaknya para petambang.


Pada 12 Oktober 2010, setelah terjebak selama 69 hari di dalam tanah, satu persatu petambang berhasil diangkat ke atas melalui lift darurat melalui terowongan sempit selebar 71 cm. Butuh 22 jam untuk mengeluarkan semua petambang.


"[b]Mereka akan tetap di hati rakyat. Banyak orang kehilangan harapan dan banyak juga yang gigih mengejar harapan mereka. Petambang ini menjadi sumber iinspirasi. Kisah ini menyatukan negara[/b]," seru Presiden Sabastian setelah memeluk satu per satu petambang yang berhasil dibebaskan, di lokasi kejadian.


Sang Presiden yang menunda kunjungannya ke Eropa untuk melihat langsung operasi penyelamatan ini pun kini menjadi sumber inspirasi dunia.
Dunia memang butuh inspirasi, peristiwa ini diliput 2000 wartawan1700 di antaranya wartawan asing dan berita iuni disaksikan sekitar 1 miliar penduduk dunia.

Apa yang membuat operasi penyelamatan ini berhasil?
Apa yang membuat operasi ini tetap dijalankan?
Kuncinya adalah empati.


Sang Presiden berhasil menerapkan prinsip "Put him self in other people shoe"
Ia bisa merasakan dirinya jika ada dalam posisi tersebut.
Sang presiden tahu kalau ia di dalam tanah ia pasti ingin diselamatkan.
Sang Presiden tahu kalau anaknya yang ada di dalam tanah, ia akan gunakan segala kekuatannya untuk membantu anaknya.
Sang President bisa membayangkan itu sebagai dirinya, ia bisa merasakan perasaan sang penambang dan keluarganya.
Karena ia bisa merasakan dirinya sebagai posisi korban, maka ia punya energi dan kekuatan untuk tetap menjalankan operasi ini sekalipun seperti mustahil.


Empati atau bisa merasakan perasaan orang lain adalah kunci sukses dalam bidang apapun.
Politisi yang punya empati tidak akan melupakan rakyat.
Aparat yang punya empati tidak akan bekerja sembarangan,
Pemasar yang punya empati tidak akan menjual barang jelek.
Guru yang punya empati akan mengajar sepenuh hati.
Anak yang punya empati pada orang tua akan belajar dan bekerja sungguh-sungguh.


Empati terkadang memang tidak langsung terbalas dengan gaji besar, uang, atau ucapan terima kasih, tapi percayalah bekerja dengan hati akan mendapat nilai di sisi Allah.

***

Kamis, 09 September 2010

SMS Ucapan Lebaran 1431 H Pilihan & Idul Fitri 2010 ^_^

.

SMS Lebaran Bahasa Inggris

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.


I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health & Wealth today.
They need a permanent place to stay.
I gave them your address.
Hope they arrived safely to celebrate Idul Fitri with you.
May Allah bless you and family.


Purify your hearts with the remembrance
Enlightened soul with love
Through the day with a smile
Set step with gratitude
Purify the heart with an apology
congratulations Idul Fitri
Minna wa Minkum TaqobbaLallaHu
Minal aidzin wal faidzin
Please forgive Born n Batin


Let’s write all the mistakes down in the sand
And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin


The holy and beautiful Syawal will come soon
There is no word proper to welcome it
Except the word of pray and forgiveness
My Majesty if you forgive all my fault
And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent


If there’s a day…. must be a night.
If there’s a black…. must be a white.
If there’s a mistake…. must be a forgiveness.
Slamat Hari Raya Idul Fitri…







SMS Lebaran Bahasa Bahasa Jawa


Mlaku-mlaku ning Malioboro
Menawi sayah numpak becak luwih sakeca
Sugeng Riyadi kagem panjenengan sadaya
Sagung kalepatan nyuwun diparingi pangapura


Negara tentrem amarga para satria panandhita
Bengi shalat tahajud, awan sregep makarya
Sugeng Riyadi sadaya kalepatan kula nyuwun pangapura
Latihan pasa sewulan mugi kita dados manungsa takwa

Pitik kate rupane putih
Pitik alas rupane coklat
Idul Fitri ati manungsa bali putih
Hawa nafsu dikendali kanthi tobat

>>>>>


Di hr yg V3 ini mari qt INSTALL ulg 7an hdp qt sbg hambaNya,FORMAT ulg jln hdp qt,UPDATE dtbase ilmu qt,SCAN virus2 dlm ht qt,lalu UPGRADE amal2 kbaikn qt ^-^


Mohon Maaf Lahir Batin saya ucapkan,
jauh hari sebelum Ramadhan Datang
semoga terhapuskan semua kesalahan,
Hati lapang, jiwa senang, Ramadhan kan jadi Cemerlang…


Menjelang Lebaran, sebelum sinyal hilang.
Sebelum operator sibuk, sebelum SMS pending mulu.
Saya mo ngucapin Met Idul Fitri,
MinalAidzin Wal Faidzin Mo­hon Maaf Lahir dan Bathin


Sobat Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir dan batin. Ketik MAAF YA dan kirim ke HP ku, untuk balik memohon maaf padaku.


Jalani hari menabur salah dan khilaf. Meraih fitri menuai maaf nan ikhlas. Semoga tiada tersisa khilaf dan dosa. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum. Selamat Lebaran Idul Fitri.


Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di hari fitri
SMS ini hadir pengganti diri
Ulurkan tangan silaturahmi
Selamat Idul Fitri

Tiada gembira yang menggelora,
tiada senang yang mengangkasa,
selain kembali pada fitrah dan ampunan-Nya.
Selama Berhari Raya!

Satu Syawal menjelang tiba,
Takbir bergema mengetarkan jiwa,
Sekiranya ada salah dan dosa,
Ampun dipinta dihari mulia.

Andai jemari tak sempat berjabat,
Jika raga tak bisa bersua,
Untuk kata membekas luka,
Semoga pintu maaf masih terbuka.

Menyambung kasih, merajut cinta,
beralas ikhlas, beratap doa.
Semasa hidup bersimbah khilaf,
berharap diri dibasuh maaf.





Terkadang tercipta dosa dalam tawa, terbesit luka dalam canda, terlintas keangkuhan dalam senyum..
Dari lubuk hati paling dalam: Minal Aidin wal Faidzin…

Sempat terucap kata keji, seringkali hati merasa benci, pernah ada dosa yang menyesakan dada.
Di hari yang fitri i’m sorry…


Terkadang lidah slalu salah berucap, telinga yg salah mendengar membuat hati salah menduga, yg diperlukan adalah keikhlasan utk saling memaafkan.
Met Idul Fitri..


Khilaf adalah bagian dari perjalanan hidup manusia tapi maaf adalah kata terindah yang terucap dengan ikhlas.
Minal Aidin wal Faidzin..


Sains membawa kemajuan materi, agama membawa pencerahan hati.
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf bila pernah menyakiti.

Untuk semua tuturku, tindakanku, pikirku, dan segala hal yang membuat luka dalam ingatanmu, izinkan agus tulus sepenuh hati memintamaaf kepadamu.
Met ied fitri 1431H


TaqobalaLLAH minna wa minkum, Maaf lahir batin, sudah copas" Hehehe...

Selasa, 07 September 2010

Status Facebook-mu Jenisnya Apa?

.
*Ikutan ngepost, abisna... lucuu*

Sesungguhnya mulut mu adalah harimau mu, ini kata orang bukan kata saya. Kalo kata saya di jaman yang katanya modern ini postingan mu harimau mu. Ngerti ngga?.

Maksud saya kalo dulu manusia saling berhubungan satu sama lain melalui mulut secara langsung atau tidak langsung (seperti telepon), maka mulut mu harimau mu adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan bahwa kita harus berhati-hati dalam berucap.

Namun saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi, manusia bisa saling berhubungan hanya lewat tulisan (SMS, email, wall facebook, twitter dan lain-lain). Maka peribahasa tersebut harus mengalami sedikit revisi menjadi “postingan mu harimau mu”. Banyak contoh kasus yang dapat kita ambil yang menjadi pelajaran bagi kita betapa harus hati-hati kita dalam memposting sesuatu di internet.Baik, untuk tulisan kali ini saya akan membahas mengenai tipe-tipe orang dalam memposting status facebooknya. Memang masalah ini sudah banyak orang yang membahasnya baik melalui blog atau pun melalui forum-forum diskusi di internet. Tapi saya tertarik untuk menuliskannya sebagai sebuah kampanye “be positive at status facebook”

1. Status spam, saya tulis spam karena dia selalu mengupdate status facebooknya hampir setiap dia bernafas, sehingga membuat time line teman-temannya menjadi penuh dengan status dia. Ditambah lagi status-statusnya itu bisa dibilang ngga penting. Contoh : “Lagi makan di McD nih” beberapa saat kemudian “Antri di 21 panjang banget” bla bla bla dan bla bla bla…. Kalo saya mempunyai teman seperti ini biasanya saya hide statusnya.

2. Status melankolis, biasanya berisi curhatan dia di statusnya dan berharap dikomentari oleh orang-orang atau hanya menge;uarkan unek-uneknya di status. Ini salah satu jenis status facebook yang saya tidak suka. Karena sepertinya dia berpikir bahwa masalahnya itu masalah yang paling berat dan rumit (orang lain juga sama hey, punya masalah). Contoh : “Padahal kamu adalah orang yang terbaik bagi ku, kenapa kamu ninggalin aku hingga aku seperti ini”

3. Status ngeluh, sama seperti status melankolis namun status jenis ini kata-katanya sedikit kasar. Contoh : “Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!” (Padahal hujan itu rejeki, kok sialan sih!).

4. Status Sombong, biasanya memamerkan kegiatan yang orang lain tidak bisa melakukannya atau memiliki barang yang orang lain tidak bisa memilikinya. Kalo statusnya kelewat sombong atau menjurus ke takabur biasanya langsung saya delete dari friends listnya. Contoh : “OTW ke paris!” atau “Ninja 250R ku saatnya kamu mandi setelah saya tunggangi seharian ini”.

5. Status Puitis, dari namanya udah jelas, yang ditulis di status itu kata-kata mutiara yang ngga jelas? dan biasanya bikin kita terharu. Saya biasanya termasuk golongan status ini, namun kata mutiara yang dituliskan itu kata mutiara penyemangat bukan tentang cinta dan sebagainya. Contoh : “Cinta adalah kekuatan yang membuat kita masih bisa bernafas hingga saat ini”.

6. Status English, dari namanya status ini menggunakan bahasa inggris, saya terkadang menggunakan status ini jika saya baru menbaca quote orang-orang terkenal sehingga saya tertarik untuk menuliskannya. Contoh : “life is not about waiting for the storm to pass, but it’s about learning to dance in the rain”.

7. Status Lebay atau bisa juga Alay, ini jenis status yang paling saya tidak sukai. Menggunakan bahasa Indonesia yang salah dan sedikit nyeleneh. Contoh : “met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi”, “DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!”,

8. Status Sok Artis, jenis ini adalah jenis status yang meresa dirinya artis padahal bukan. Contoh : “duwh… sesi pemotretan lagi! cape…”

9. Status informasi, Biasanya status ini menuliskan berita yang sedang hot di televisi. Kalau saya pikir sih ngga apa-apa dengan statusn ini, namun harus dengan sumber yang jelas informasinya. Contoh : “SBY akan membuka kongres sepak bola nasional di Malang sumber : Kompas.com”

10. Status bioskop, biasanya tujuannya adalah memamerkan bahwa dirinya sudah menonton film yang orang lain belum tentu sudah menontonya dan ditambah dengan komentar dia tentang film tersebut. Contoh : “HOW TO TRAIN YOUR DRAGON mantabb pisan euy!!”

11. Status dagang, status ini biasanya menawarkan barang kepada temen-temennya agar membelinya. Contoh : “Dijual laptop ACER 4520 2GB 160GB, 14 inch dll dll” biasanya dikomentari :up :up :up :up =)

12. Status hidden message, status ini biasanya dituliskan dengan menghilangkan sebagian huruf dengan ****. Contoh : “For you my M***, I can’ t live without you..you are my bla bla bla..”

Kita ngak dong, terus pada satu jenis status di atas, enjoy yourself aja.!!

*tahu deh sapa penulisnya*

Motor Bebek Merah *Mozaik Ramadhan* Cerpen 200 kata

...


Seperti sudah menjadi kesepakatan, saat kami punya penghasilan sendiri, pertama, membeli sepeda motor! Boleh jadi berfikiran sama, akan menghemat biaya transportasi, hemat waktu sekaligus menabung. Penting, saat Ramadhan sekarang ini.

"Mbak, pinjam motornya!" Suara Pak Anu membuyarkan konsentrasi kerjaku. Jam menunjukkan pukul 12.50 WIB. Puasa panas begini, istirahat hanya untuk sholat, tadarus, kembali ke ruangan.

"Oh, silahkan Pak.." Aku menyerahkan kunci motor kepada bapak setengah baya, gendut dan lucu. Sudah langka, pekerja seusianya. Tumben, pinjam motor.

Ramadhan bulan rahmat. Jamaah Shalat Asyar penuh. Dilanjutkan pengajian. Bersyukur, dakwah kakak-kakak senior, telah banyak 'menghijaukan' kantor kami. Sebelum Ramadhan pun, ada pengajian rutin dan belajar membaca Al-Quran.



"Tidak terasa, sudah sore!" Kata Kepala Seksi.
"Iya, cepat sekali." Jawabku. Kenapa beliau tersenyum?
"Tadi, aku melihat motor bebek merahmu, di Rumah Makan Sedap. Lagi tidak puasa ya?"
Hah! Dalam hitungan detik, garuk-garuk kepala, batuk-batuk. Akhirnya, ketemu jurus jitu, nyengir kuda. "Hee.."

Aku melirik Pak Anu yang terlihat semakin sibuk? Biarlah, orang masih akan berfikir positif. Jilbaber panjang, manis, lagi baik hati... tidak puasa? Pastilah karena 'suatu' alasan syar'i.

Yang tidak puasa Pak Anu! Teriakku dalam hati.
Kugenggam erat kunci motorku, menghampiri Pak Anu.

"Ehm! Setengah lima, saatnya pulang Pak. Assalamualaikum."


***

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

******

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)


Berbahagialah hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa bercermin dari kematian.
Tak ubahnya seperti guru yang baik,
kematian memberikan banyak pelajaran,
membingkai makna hidup,
bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.


Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan.
Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian.
Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir.
Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan.
Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat.
Allah SWT swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata.
Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah SWT, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.”
Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan.
Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah SWT swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44,
“Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”


2. Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran.
Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan.
Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan.
Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya.
Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya.
Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita.
Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir.
Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya.
Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya.
Semua berawal, dan juga akan berakhir.
Dan akhir itu semua adalah kematian.


3. Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan.
Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan.
Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang.

Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan.
Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan.
Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah SWT.
Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah SWT.
Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa.
Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah SWT.
Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.


4. Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya.
Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar.
Bahwa, segalanya akan berpisah.
Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian.
Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.


5. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Seorang hamba Allah SWT yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga.
Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman.
Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga.
Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77,
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)


Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu.
Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat.
Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

****

Senin, 07 Juni 2010

SAYONARA,,,, Seikat Bunga Cinta, Seribu Bahasa

SAYONARA, MATSUDA SAN !

Kini tiba saat berpisah
Jangan bersedih hati
Kini akan tiada lagi
Canda tawa senyummu di sini

Walau nanti jauh di mata
Lama tak kan berjumpa
Namun hatiku kan selalu
Terkenang hanya pada dirimu

Reff :
Sayonara sayonara
Selamat tinggal kekasih hatiku
Sayonara sayonara
Hatiku hanya untuk hatimu


Senin, 3 Mei 2010...... Kon'nichiwa

Ini sedikit kesibukan,,,
Ada panggung kecil yg sengaja kami buat.
Sederetan kursi, meja, kue dan orgen tunggal.
Bertenda, menyulap tempat parkir untuk sebuah acara sederhana.
Ya, atas nama KORPRI kami iuran, mengantar bapak dan ibu memasuki masa purna tugas.


Bapak, seminggu kami membicarakan cinderamata.
Apa dan yg pantas untuk dipersembahkan.
Seperti dipahami kita sudah reformasi, berkomitmen bersih tanpa korupsi.
Maka hanya hadiah kecil yg bisa kami fikirkan, dari hasil patungan teman-teman satu seksi.



Kemarin akhirnya kami menemukan ide.
Memberikan seikat bunga tangan dan kotak kecil kenangan-kenangan.
Gembira, mendapatkan ide mengungkapkan rasa kecintaan yg besar dan mendalam.
Berganti-ganti kami mencium, memeluk, memotretnya berkali-kali, berbagai pose, dan berganti tempat. Biarlah kami menjadi norak.


Bunga, seribu bahasa untuk mengungkapkan rasa.
Seikat bunga cinta.




Siang itu,
Mengalirlah acara, sambutan dan persembahan tiap seksi,
Spontanitas lawak, baca puisi dan lagu."Sayonara" Gres Simon dari kami.
Ditengah iringan lagu, tampil seorang pembawa seikat bunga. Dan itu aku.

Ada saatnya menjadi junior.
Yg didaulat untuk moment serupa ini.
Pembawa bunga,
Menghindar, bersembunyi, dan berlama-lama di kamar mandi, juga percuma.



Detik-detik berlalu sangat lambat,
Selangkah maju dengan koor yg mulai pelan, menghampiri kursi bapak,
Meneteslah air mata pertama..
Ingatkah, benar-benar aku beberapa kali menjawab "ogah" menolak tugas, hanya karena berbeda cara, menilai kurang efisien dan efektif.?



Untuk air mata kedua,,,
Aku sering duduk di meja kursi bapak kepala seksi, tidak lazim dan yg lain pun tidak berani. Kemanakah tradisi sopan santun itu.?
Bapak, selalu membiarkan dan tersenyum saja seperti itu,
Bahkan seolah menunggu bapak marah, mendahului, sering mengkritik dan berkata lantang di depan kepala kantor. Apalagi di belakang, tidak sedikit kami lakukan.

Dan runtuhlah hujan deras air mata di pipiku.
Inilah sepenggal episode, yg muda egois, merasa lebih pintar dan bisa.
Tidak sadar bagaimanapun minim pengalaman dan kurang bijaksana.
Lupa suatu saat, kami ada di tempat bapak, yg akan dikritik oleh generasi yg tidak sabar dan terburu-buru "merebutnya"
Ooh bapak,,, maafkan kami



Duhai, berat sekali,,,
Hampir aku berbalik dan lari, tapi ini amanat bukan soal pribadi.
Maafkan teman-teman, bila aku hanya berkata "terimakasih" saat bunga berpindah tangan. Mungkin akan lebih mudah untuk tersenyum saja...

Akhirnya,,,
Bumi yang kupijak sedikit tenang.
Pandangan tidak lagi menjadi kabur, kembali di antara teman-teman tercinta.
Melanjutkan ......

Reff :
Sayonara sayonara
Selamat tinggal kekasih hatiku
Sayonara sayonara
Hatiku hanya untuk hatimu

<3 <3 Susan NR <3 <3
.

Kamis, 13 Mei 2010

SEBUAH RENUNGAN... (Semilir Angin Surga) Oleh Elvi Zuhailina

.
.


ANAK KECIL ingin segera DEWASA
YANG TUA lebih suka tetap menjadi MUDA



PENGANGGURAN mencari PEKERJAAN
Sedangkan PARA PEKERJA sudah merasa BOSAN

ORANG KAYA masih MEMBURU HARTA
Padahal memburu harta pekerjaan ORANG TAK PUNYA

SESEORANG sering di timpa KEKALAHAN...
Tapi selalu TIDAK PUAS setelah mendapat KEMENANGAN

APAKAH MEREKA LARI DARI TAKDIR TUHAN.... Ataukah
Mereka KEBINGUNGAN karena TAK PUNYA KEMAMPUAN?
TIADA HAK apapun yang wajib dimiliki seorang hamba
Tapi tiada usaha yang SIA-SIA dari-NYA
Jika mereka DISIKSA itu adalah KEADILAN-NYA
Bila mereka DIBERI NIKMAT, itu karena KEMURAHAN-NYA
KEMURAHAN DZAT YANG MAHA LUAS lagi MAHA MULIA

Sungguh MENGHERANKAN...
Bagaimana dia BERBUAT MAKSIAT kepada TUHAN?
Atau KUFUR MENGINGKARI TUHAN?

Bagi ALLAH SEGALA GERAKAN
Dan KETENANGAN dapat DIA SAKSIKAN
Segala sesuatu pasti mempunyai TANDA
Yang DAPAT MENUNJUKKAN bahwa DIA MAHA ESA

AMPUNAN-NYA mampu MENENGGELAMKAN SELURUH DOSA-DOSA
Lalu bagaimana dengan KERIDHAAN-NYA?
KERIDHAAN-NYA MEWUJUDKAN SEGALA CITA-CITA
Lalu Bagaimana dengan CINTA-NYA?
CINTA-NYA sampai AKAL tak sanggup lagi MENCERNA
Lalu bagaimana dengan SAYANG-NYA?
SAYANG-NYA telah MELUPAKAN YANG LAINNYA
Lalu bagaimana dengan KASIHNYA?
Berapa banyak kita MEMOHON kepada Allah disaat KESULITAN MENIMPA?
Jika sudah lenyap segala bencana kita sangat mudah MELUPAKAN-NYA
Kita berdoa ditengah lautan, Agar DIA MENYELAMATKAN kapal
Tapi jika kapal sudah sampai di daratan , kita mudah MELUPAKAN-NYA
Kita berada diudara dengan AMAN dan PENUH KETENANGAN
Kita TIDAK JATUH, karena ALLAH memberikan PERLINDUNGAN.
Kita MELUPAKAN-NYA ketika kita telah SUKSES dalam UJIAN
Jika KITA DIGAGALKAN-NYA,
Kita akan MENYEMPURNAKAN DOA kita KEPADA-NYA

APAKAH SUDAH MUNCUL BENIH-BENIH CINTA YANG TUMBUH MENYEBAR KESELURUH TUBUH INI?
ATAUKAH RASA ITU MASIH SAJA JAUH TAK TERHINGGA?
SUNGGUH!!!... BETAPA BESARNYA CINTA ALLAH SWT kepada HAMBA-NYA

AKU masih saja TENGGELAM dalam KESESATAN
ENGKAU MENYURUHKU untuk BERTOBAT MEMINTA AMPUNAN
ENGKAU TIDAK MENGURANGI…., ketika AKU TERSESAT.
Kepadaku ENGKAU MENAMBAHKAN….
SEHINGGA... , Seolah KESESATANKU adalah SEBUAH KEBAIKAN
ENGKAU BALAS KEBURUKAN dengan KEBAIKAN
SEOLAH ENGKAU MERIDHAIKU untuk melakukan KEBOHONGAN dan KEDUSTAAN...
SUBHANALLAH....

DAN NIKMAT TUHANMU MANA LAGIKAH YANG KAMU DUSTAKAN?...
DAN NIKMAT TUHANMU MANA LAGIKAH YANG KAMU DUSTAKAN?...

Kamis, 29 April 2010

(Video) HACHIKO-A DOG STORY - Kisah Nyata Hachiko - Anjing Setia

.
Kadang kita manusia memang harus belajar dari keadaan sekeliling dan apa yg kita lihat. Bahkan mungkin dari seekor binatang. Belum lama ini nonton film bagus, judulnya HACHIKO.

Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata, yg kali ini menurut saya luar biasa. Ini adalah kisah tentang seekor anjing yg lahir tahun 1923 di Jepang, bernama Hachiko. Ia milik (dipelihara) oleh seorang professor bernama Hidesaburo Ueno. Sang professor selalu pergi dan pulang kerja menggunakan kereta dari sebuah stasiun bernama Shibuya.

Pak professor selalu rutin menjalankan kegiatan ini. Berangkat jam 7 pagi, pulang jam 5 sore. Setiap berangkat kerja Hachiko selalu mengantar majikannya dari rumah sampai ke stasiun dan kemudian ia pulang ke rumah sendiri. Sore harinya, Hachiko akan menjemput professor di depan stasiun, pada jam 5 sore. Hal ini berlangsung terus menerus hingga 3 tahun lamanya.

Suatu hari, tanggal 23 Mei 1925, seperti biasa Hachiko mengantar majikannya ke stasiun kereta. Namun pak professor rupanya meninggal dunia saat mengajar, mungkin terkenan serangan jantung. Hachiko tidak mengerti jika majikannya sudah meninggal dunia, dia tetap menunggu di depan stasiun. Ia terus menunggu hari demi hari, musim demi musim, hingga 9 tahun lamanya.

Semua orang di sekitar stasiun mengenal betul Hachiko. Banyak orang yg mencoba mengadopsi dan ingin merawat Hachiko. Namun rupanya hachiko tidak mau, dia selalu kembali ke stasiun. Ia lebih memilih tinggal di stasiun, di bawah gerbong kereta rusak, untuk kemudian duduk di tempat yg sama, pada jam yg sama, jam 5 sore, menunggu sang majikan.

Hingga akhirnya, pada tanggal 8 Maret 1935 tubuh Hachiko ditemukan membujur kaku di pinggir jalan statsiun Shibuya. Ya, ia sudah tua.

Hingga kini, di depan stasiun Shibuya terdapat sebuah patung Hachiko yg terbuat dari perunggu.

Link Videonya :
http://www.youtube.com/watch?v=r3x0JBUJt9I

Dan seterusnya 1-9

Salam

Rabu, 28 April 2010

Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi sahabatmu

.
TERTIMPA TANGGA ,,,

Biarlah engkau jatuh & tertimpa tangga pula. Biarlah lecet2 bekas jatuh itu mengering dgn sendirinya, bila ingin cepat sembuh maka obatilah. Jangan biarkan sakit itu terus berada dlm dirimu karena sakit akan membuatmu merana. Layangkan dirimu terbang menghapus dendam & sakit hati, masih ada sahabatmu lainnya yg mampu menjadi pelipur laramu. Pejamkan matamu, dan buka kembali, maka engkau lihat seribu orang yg masih menyayangimu.


Jangan Biarkan Dirimu Hancur

Suatu ketika, ada seorang sahabat memulai ceramahnya dgn mengeluarkan 10 lembar uang seratus ribu yg baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yg mau uang ini, jika diberikan ikhlas padamu?" Langsung saja yg mengangkat tangan banyak sekali.

Katanya lagi " Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Sahabat trsbt meremas seluruh uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yg kumal.

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : 10 lembar seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yg masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yg angkat tangan, sebanyak yg tadi.

"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yg habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi "Siapa yg masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

"Nah, sahabatku, sebenarnya aku & kau sudah mengambil satu nilai yg sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang: tetap satu juta rupiah."

"Sama seperti kita. Walau kau tengah jatuh, tertimpa tangga pula... tengah sakit, tengah hancur pula, atau kau gagal, nggak berdaya, terhimpit, & merasa terhina, kecewa & terkhianati, atau dlm keadaan apapun, kau tetap nggak kehilangan nilaimu... karena kau begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu. "

"Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi sahabatmu, bagi sahabat yg lain & kau tetap sama dimata Tuhanmu. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, jika kau berjalan menuju-Nya. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yg sama, karena fithrah setiap diri kita akan mulia jika mencoba mendekati sifat2 Tuhan kita. Disanalah nilai dirimu berada."

Oleh : Muazar Habibi

***

Keajaiban Sebuah Bola Mata ^_^

.
Seringkali bola mata kita yg vital ini, kemasukan debu halus, baik ketika sedang jalan kaki, maupun ketika mengendarai sepeda motor. Dan itu terjadi setiap hari.

Namun, debu halus tersebut, yg hinggap di seluruh permukaan bola mata - selalu sj berkumpul di sudut bagian dlm mata (pangkal hidung). Hal ini membuat kita dengan mudah membersihkan debu yg menempel tadi.

Sebaliknya, apabila kita menangis - airmata yg keluar dari kelenjar air mata yg ada di bagian pangkal hidung - selalu menyebar merata ke seluruh permukaan bola mata.

Pertanyaannya :
Apa yg membuat mata memiliki sistem mengumpulkan debu & menyebarkan air mata ke seluruh bola mata?

Airmata melindungi mata dari kuman dan mengandung Lyzosime yg dpt membunuh berbagai macam mikroba. Lyzosime ini sendiri adalah zat desinfektan yg lebih keras dari zat-zat kimia yg digunakan untuk mendesinfeksi seluruh tubuh.

Subhanallah, marilah kita berhenti sejenak untuk berfikir. Bagaimana mungkin, mata yg merupakan organ yg sangat halus, dapat ”tahan” dgn kandungan zat kimia sekeras Lyzosime tersebut tanpa menimbulkan iritasi dan lain sebagainya. Jawabannya sudah sangat jelas, bahwa ini adalah salah satu bukti penciptaan Allah SWT.

Katakanlah. ”Adakah kamu perhatikan sekutu2 kamu yg kamu seru selain dari Allah? Perlihatkanlah kpd-Ku apakah yg mereka telah ciptakan di bumi, ataupun mereka berserikat dlm penciptaan langit? Ataukah Kami telah memberikan Kitab kpd mereka, lalu mereka mendapatkan keterangan2 yg jelas drpd-nya? Bahkan orang2 zalim itu tidak menjanjikan sebahagian terhadap sebahagian yg lain melainkan tipu daya. (QS Faathir 40)

Lapisan air mata sendiri terdiri dari 3 lapisan : Lapisan minyak, Lapisan air & Lapisan Lendir. Lapisan minyak merupakan lapisan terluar yg dihasilkan oleh kelenjar2 kecil pd pinggir kelopak mata yg bernama kelenjar Meibom. Fungsi dari lapisan minyak ini adalah untuk melicinkan permukaan mata & mengurangi penguapan air mata. Lapisan air merupakan lapisan tengah yg dihasilkan oleh sel2 yg tersebar pd konjungtiva (selaput bening mata). Lapisan ini berfungsi membersihkan mata & mengeluarkan benda2 asing ataupun iritan yg masuk ke dalam mata. Lapisan terdalam adalah lapisan lendir. Lapisan ini membantu agar air mata tersebar rata pd permukaan mata & membantu agar mata tetap lembab.

Pada sebagian orang, ternyata air mata tidak tersedia dlm jumlah yg cukup untuk menjaga agar mata tetap lembab & nyaman. Pada orang2 ini akan dirasakan gejala seperti mata panas, nyeri, berlendir, & mudah teriritasi.

Pengurangan jumlah air mata ini dapat disebabkan oleh meningkatnya usia, terutama stlh menopause. Mata kering dpt pula terjadi berkaitan dgn penyakit radang sendi. Selain itu, mata kering dpt jg disebabkan oleh penggunaan berbagai obat seperti obat-obatan hipertensi, obat-obatan KB maupun obat anti alergi

Nah, dasar dari penanggulangan mata kering ini adalah pemberian air mata buatan. Tetes air mata buatan ini dpt digunakan sbg pelumas mata & menggantikan lapisan air mata yg hilang. Air mata buatan ini dpt dipakai sesering mungkin bergantung pd gejala yg dirasakan.

Pada penderita yg derajat mata keringnya lebih parah, dpt dilakukan penyumbatan pd saluran air mata, sehingga air mata tidak keluar melalui saluran ini & mata lebih lembab. Bagi para pengguna komputer, karena pancaran radiasi komputer & akomodasi berlebihan karena komputer, disarankan untuk menetesi mata dgn air mata buatan setiap 4-5 jam sekali & melakukan RULES OF 20

Apa itu RULES of 20?

Yaitu setiap 20 menit dihadapan komputer, pejamkan mata selama 20 detik atau lemparkan pandangan ke arah jauh (minimal 20 feet). Hal ini untuk memberi kesempatan pd otot mata agar istirahat dari akomodasinya & juga memberi kesempatan berkedip ( menutup mata) agar lapisan air mata dpt terbentuk.

Dokter akan mendeteksi kekeringan air mata ini dgn berbagai macam tes & alat. Pada stadium awal, penyakit mata kering (DRY EYE SYNDROME) ini sama sekali tidak berbahaya, namun pada fase yang lanjut (sangat kering) dapat menimbulkan kerusakan serius di bola mata.

Semoga bermanfaat,,, Salam