Selasa, 07 September 2010

Status Facebook-mu Jenisnya Apa?

.
*Ikutan ngepost, abisna... lucuu*

Sesungguhnya mulut mu adalah harimau mu, ini kata orang bukan kata saya. Kalo kata saya di jaman yang katanya modern ini postingan mu harimau mu. Ngerti ngga?.

Maksud saya kalo dulu manusia saling berhubungan satu sama lain melalui mulut secara langsung atau tidak langsung (seperti telepon), maka mulut mu harimau mu adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan bahwa kita harus berhati-hati dalam berucap.

Namun saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi, manusia bisa saling berhubungan hanya lewat tulisan (SMS, email, wall facebook, twitter dan lain-lain). Maka peribahasa tersebut harus mengalami sedikit revisi menjadi “postingan mu harimau mu”. Banyak contoh kasus yang dapat kita ambil yang menjadi pelajaran bagi kita betapa harus hati-hati kita dalam memposting sesuatu di internet.Baik, untuk tulisan kali ini saya akan membahas mengenai tipe-tipe orang dalam memposting status facebooknya. Memang masalah ini sudah banyak orang yang membahasnya baik melalui blog atau pun melalui forum-forum diskusi di internet. Tapi saya tertarik untuk menuliskannya sebagai sebuah kampanye “be positive at status facebook”

1. Status spam, saya tulis spam karena dia selalu mengupdate status facebooknya hampir setiap dia bernafas, sehingga membuat time line teman-temannya menjadi penuh dengan status dia. Ditambah lagi status-statusnya itu bisa dibilang ngga penting. Contoh : “Lagi makan di McD nih” beberapa saat kemudian “Antri di 21 panjang banget” bla bla bla dan bla bla bla…. Kalo saya mempunyai teman seperti ini biasanya saya hide statusnya.

2. Status melankolis, biasanya berisi curhatan dia di statusnya dan berharap dikomentari oleh orang-orang atau hanya menge;uarkan unek-uneknya di status. Ini salah satu jenis status facebook yang saya tidak suka. Karena sepertinya dia berpikir bahwa masalahnya itu masalah yang paling berat dan rumit (orang lain juga sama hey, punya masalah). Contoh : “Padahal kamu adalah orang yang terbaik bagi ku, kenapa kamu ninggalin aku hingga aku seperti ini”

3. Status ngeluh, sama seperti status melankolis namun status jenis ini kata-katanya sedikit kasar. Contoh : “Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!” (Padahal hujan itu rejeki, kok sialan sih!).

4. Status Sombong, biasanya memamerkan kegiatan yang orang lain tidak bisa melakukannya atau memiliki barang yang orang lain tidak bisa memilikinya. Kalo statusnya kelewat sombong atau menjurus ke takabur biasanya langsung saya delete dari friends listnya. Contoh : “OTW ke paris!” atau “Ninja 250R ku saatnya kamu mandi setelah saya tunggangi seharian ini”.

5. Status Puitis, dari namanya udah jelas, yang ditulis di status itu kata-kata mutiara yang ngga jelas? dan biasanya bikin kita terharu. Saya biasanya termasuk golongan status ini, namun kata mutiara yang dituliskan itu kata mutiara penyemangat bukan tentang cinta dan sebagainya. Contoh : “Cinta adalah kekuatan yang membuat kita masih bisa bernafas hingga saat ini”.

6. Status English, dari namanya status ini menggunakan bahasa inggris, saya terkadang menggunakan status ini jika saya baru menbaca quote orang-orang terkenal sehingga saya tertarik untuk menuliskannya. Contoh : “life is not about waiting for the storm to pass, but it’s about learning to dance in the rain”.

7. Status Lebay atau bisa juga Alay, ini jenis status yang paling saya tidak sukai. Menggunakan bahasa Indonesia yang salah dan sedikit nyeleneh. Contoh : “met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi”, “DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!”,

8. Status Sok Artis, jenis ini adalah jenis status yang meresa dirinya artis padahal bukan. Contoh : “duwh… sesi pemotretan lagi! cape…”

9. Status informasi, Biasanya status ini menuliskan berita yang sedang hot di televisi. Kalau saya pikir sih ngga apa-apa dengan statusn ini, namun harus dengan sumber yang jelas informasinya. Contoh : “SBY akan membuka kongres sepak bola nasional di Malang sumber : Kompas.com”

10. Status bioskop, biasanya tujuannya adalah memamerkan bahwa dirinya sudah menonton film yang orang lain belum tentu sudah menontonya dan ditambah dengan komentar dia tentang film tersebut. Contoh : “HOW TO TRAIN YOUR DRAGON mantabb pisan euy!!”

11. Status dagang, status ini biasanya menawarkan barang kepada temen-temennya agar membelinya. Contoh : “Dijual laptop ACER 4520 2GB 160GB, 14 inch dll dll” biasanya dikomentari :up :up :up :up =)

12. Status hidden message, status ini biasanya dituliskan dengan menghilangkan sebagian huruf dengan ****. Contoh : “For you my M***, I can’ t live without you..you are my bla bla bla..”

Kita ngak dong, terus pada satu jenis status di atas, enjoy yourself aja.!!

*tahu deh sapa penulisnya*

Motor Bebek Merah *Mozaik Ramadhan* Cerpen 200 kata

...


Seperti sudah menjadi kesepakatan, saat kami punya penghasilan sendiri, pertama, membeli sepeda motor! Boleh jadi berfikiran sama, akan menghemat biaya transportasi, hemat waktu sekaligus menabung. Penting, saat Ramadhan sekarang ini.

"Mbak, pinjam motornya!" Suara Pak Anu membuyarkan konsentrasi kerjaku. Jam menunjukkan pukul 12.50 WIB. Puasa panas begini, istirahat hanya untuk sholat, tadarus, kembali ke ruangan.

"Oh, silahkan Pak.." Aku menyerahkan kunci motor kepada bapak setengah baya, gendut dan lucu. Sudah langka, pekerja seusianya. Tumben, pinjam motor.

Ramadhan bulan rahmat. Jamaah Shalat Asyar penuh. Dilanjutkan pengajian. Bersyukur, dakwah kakak-kakak senior, telah banyak 'menghijaukan' kantor kami. Sebelum Ramadhan pun, ada pengajian rutin dan belajar membaca Al-Quran.



"Tidak terasa, sudah sore!" Kata Kepala Seksi.
"Iya, cepat sekali." Jawabku. Kenapa beliau tersenyum?
"Tadi, aku melihat motor bebek merahmu, di Rumah Makan Sedap. Lagi tidak puasa ya?"
Hah! Dalam hitungan detik, garuk-garuk kepala, batuk-batuk. Akhirnya, ketemu jurus jitu, nyengir kuda. "Hee.."

Aku melirik Pak Anu yang terlihat semakin sibuk? Biarlah, orang masih akan berfikir positif. Jilbaber panjang, manis, lagi baik hati... tidak puasa? Pastilah karena 'suatu' alasan syar'i.

Yang tidak puasa Pak Anu! Teriakku dalam hati.
Kugenggam erat kunci motorku, menghampiri Pak Anu.

"Ehm! Setengah lima, saatnya pulang Pak. Assalamualaikum."


***

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

******

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)


Berbahagialah hamba-hamba Allah SWT yang senantiasa bercermin dari kematian.
Tak ubahnya seperti guru yang baik,
kematian memberikan banyak pelajaran,
membingkai makna hidup,
bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.


Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan.
Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian.
Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir.
Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan.
Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat.
Allah SWT swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata.
Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah SWT, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.”
Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan.
Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah SWT swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44,
“Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”


2. Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran.
Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan.
Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan.
Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya.
Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya.
Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita.
Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir.
Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya.
Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya.
Semua berawal, dan juga akan berakhir.
Dan akhir itu semua adalah kematian.


3. Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan.
Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan.
Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang.

Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan.
Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan.
Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah SWT.
Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah SWT.
Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa.
Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah SWT.
Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.


4. Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya.
Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar.
Bahwa, segalanya akan berpisah.
Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian.
Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.


5. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Seorang hamba Allah SWT yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga.
Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman.
Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga.
Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77,
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)


Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu.
Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat.
Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

****

Senin, 07 Juni 2010

SAYONARA,,,, Seikat Bunga Cinta, Seribu Bahasa

SAYONARA, MATSUDA SAN !

Kini tiba saat berpisah
Jangan bersedih hati
Kini akan tiada lagi
Canda tawa senyummu di sini

Walau nanti jauh di mata
Lama tak kan berjumpa
Namun hatiku kan selalu
Terkenang hanya pada dirimu

Reff :
Sayonara sayonara
Selamat tinggal kekasih hatiku
Sayonara sayonara
Hatiku hanya untuk hatimu


Senin, 3 Mei 2010...... Kon'nichiwa

Ini sedikit kesibukan,,,
Ada panggung kecil yg sengaja kami buat.
Sederetan kursi, meja, kue dan orgen tunggal.
Bertenda, menyulap tempat parkir untuk sebuah acara sederhana.
Ya, atas nama KORPRI kami iuran, mengantar bapak dan ibu memasuki masa purna tugas.


Bapak, seminggu kami membicarakan cinderamata.
Apa dan yg pantas untuk dipersembahkan.
Seperti dipahami kita sudah reformasi, berkomitmen bersih tanpa korupsi.
Maka hanya hadiah kecil yg bisa kami fikirkan, dari hasil patungan teman-teman satu seksi.



Kemarin akhirnya kami menemukan ide.
Memberikan seikat bunga tangan dan kotak kecil kenangan-kenangan.
Gembira, mendapatkan ide mengungkapkan rasa kecintaan yg besar dan mendalam.
Berganti-ganti kami mencium, memeluk, memotretnya berkali-kali, berbagai pose, dan berganti tempat. Biarlah kami menjadi norak.


Bunga, seribu bahasa untuk mengungkapkan rasa.
Seikat bunga cinta.




Siang itu,
Mengalirlah acara, sambutan dan persembahan tiap seksi,
Spontanitas lawak, baca puisi dan lagu."Sayonara" Gres Simon dari kami.
Ditengah iringan lagu, tampil seorang pembawa seikat bunga. Dan itu aku.

Ada saatnya menjadi junior.
Yg didaulat untuk moment serupa ini.
Pembawa bunga,
Menghindar, bersembunyi, dan berlama-lama di kamar mandi, juga percuma.



Detik-detik berlalu sangat lambat,
Selangkah maju dengan koor yg mulai pelan, menghampiri kursi bapak,
Meneteslah air mata pertama..
Ingatkah, benar-benar aku beberapa kali menjawab "ogah" menolak tugas, hanya karena berbeda cara, menilai kurang efisien dan efektif.?



Untuk air mata kedua,,,
Aku sering duduk di meja kursi bapak kepala seksi, tidak lazim dan yg lain pun tidak berani. Kemanakah tradisi sopan santun itu.?
Bapak, selalu membiarkan dan tersenyum saja seperti itu,
Bahkan seolah menunggu bapak marah, mendahului, sering mengkritik dan berkata lantang di depan kepala kantor. Apalagi di belakang, tidak sedikit kami lakukan.

Dan runtuhlah hujan deras air mata di pipiku.
Inilah sepenggal episode, yg muda egois, merasa lebih pintar dan bisa.
Tidak sadar bagaimanapun minim pengalaman dan kurang bijaksana.
Lupa suatu saat, kami ada di tempat bapak, yg akan dikritik oleh generasi yg tidak sabar dan terburu-buru "merebutnya"
Ooh bapak,,, maafkan kami



Duhai, berat sekali,,,
Hampir aku berbalik dan lari, tapi ini amanat bukan soal pribadi.
Maafkan teman-teman, bila aku hanya berkata "terimakasih" saat bunga berpindah tangan. Mungkin akan lebih mudah untuk tersenyum saja...

Akhirnya,,,
Bumi yang kupijak sedikit tenang.
Pandangan tidak lagi menjadi kabur, kembali di antara teman-teman tercinta.
Melanjutkan ......

Reff :
Sayonara sayonara
Selamat tinggal kekasih hatiku
Sayonara sayonara
Hatiku hanya untuk hatimu

<3 <3 Susan NR <3 <3
.

Kamis, 13 Mei 2010

SEBUAH RENUNGAN... (Semilir Angin Surga) Oleh Elvi Zuhailina

.
.


ANAK KECIL ingin segera DEWASA
YANG TUA lebih suka tetap menjadi MUDA



PENGANGGURAN mencari PEKERJAAN
Sedangkan PARA PEKERJA sudah merasa BOSAN

ORANG KAYA masih MEMBURU HARTA
Padahal memburu harta pekerjaan ORANG TAK PUNYA

SESEORANG sering di timpa KEKALAHAN...
Tapi selalu TIDAK PUAS setelah mendapat KEMENANGAN

APAKAH MEREKA LARI DARI TAKDIR TUHAN.... Ataukah
Mereka KEBINGUNGAN karena TAK PUNYA KEMAMPUAN?
TIADA HAK apapun yang wajib dimiliki seorang hamba
Tapi tiada usaha yang SIA-SIA dari-NYA
Jika mereka DISIKSA itu adalah KEADILAN-NYA
Bila mereka DIBERI NIKMAT, itu karena KEMURAHAN-NYA
KEMURAHAN DZAT YANG MAHA LUAS lagi MAHA MULIA

Sungguh MENGHERANKAN...
Bagaimana dia BERBUAT MAKSIAT kepada TUHAN?
Atau KUFUR MENGINGKARI TUHAN?

Bagi ALLAH SEGALA GERAKAN
Dan KETENANGAN dapat DIA SAKSIKAN
Segala sesuatu pasti mempunyai TANDA
Yang DAPAT MENUNJUKKAN bahwa DIA MAHA ESA

AMPUNAN-NYA mampu MENENGGELAMKAN SELURUH DOSA-DOSA
Lalu bagaimana dengan KERIDHAAN-NYA?
KERIDHAAN-NYA MEWUJUDKAN SEGALA CITA-CITA
Lalu Bagaimana dengan CINTA-NYA?
CINTA-NYA sampai AKAL tak sanggup lagi MENCERNA
Lalu bagaimana dengan SAYANG-NYA?
SAYANG-NYA telah MELUPAKAN YANG LAINNYA
Lalu bagaimana dengan KASIHNYA?
Berapa banyak kita MEMOHON kepada Allah disaat KESULITAN MENIMPA?
Jika sudah lenyap segala bencana kita sangat mudah MELUPAKAN-NYA
Kita berdoa ditengah lautan, Agar DIA MENYELAMATKAN kapal
Tapi jika kapal sudah sampai di daratan , kita mudah MELUPAKAN-NYA
Kita berada diudara dengan AMAN dan PENUH KETENANGAN
Kita TIDAK JATUH, karena ALLAH memberikan PERLINDUNGAN.
Kita MELUPAKAN-NYA ketika kita telah SUKSES dalam UJIAN
Jika KITA DIGAGALKAN-NYA,
Kita akan MENYEMPURNAKAN DOA kita KEPADA-NYA

APAKAH SUDAH MUNCUL BENIH-BENIH CINTA YANG TUMBUH MENYEBAR KESELURUH TUBUH INI?
ATAUKAH RASA ITU MASIH SAJA JAUH TAK TERHINGGA?
SUNGGUH!!!... BETAPA BESARNYA CINTA ALLAH SWT kepada HAMBA-NYA

AKU masih saja TENGGELAM dalam KESESATAN
ENGKAU MENYURUHKU untuk BERTOBAT MEMINTA AMPUNAN
ENGKAU TIDAK MENGURANGI…., ketika AKU TERSESAT.
Kepadaku ENGKAU MENAMBAHKAN….
SEHINGGA... , Seolah KESESATANKU adalah SEBUAH KEBAIKAN
ENGKAU BALAS KEBURUKAN dengan KEBAIKAN
SEOLAH ENGKAU MERIDHAIKU untuk melakukan KEBOHONGAN dan KEDUSTAAN...
SUBHANALLAH....

DAN NIKMAT TUHANMU MANA LAGIKAH YANG KAMU DUSTAKAN?...
DAN NIKMAT TUHANMU MANA LAGIKAH YANG KAMU DUSTAKAN?...